Dulu disuatu pesantren, ada seorang kyai yang memiliki anak gadis yang cantik, boleh dibilang kembang desa didaerah tersebut. Sang kyai sangat berhasrat memiliki menantu yang Hafizh (hapal Al-Qur'an) dan mengerti ilmu-ilmu agama. Hasrat tersebut lama dinanti belum ditemukan seorang pemuda yang memiliki kriteria tersebut. Akhirnya seorang kyai memutuskan untuk mengundang beberapa santri dari berbagai pesantren untuk mengikuti tes seleksi sebagai calon menantunya. Tanpa disengaja, ada seorang santri yang mendengar informasi tersebut langsung menghadap kepada sang kyai. Mulailah sang kyai mengundang mereka untuk menghadap satu persatu untuk diuji kemampuannya.
Mula-mula kyai memanggil satu orang, datanglah menghadap santri dengan salam hormat, Assalamu'alaikum pak kyai? sapa pemuda dengan optimis. Kyai pun menjawab "Wa'alaikum salam nak,," kyai kemudian bertanya "Namamu siapa nak,,?" santri pertama ini kemudian menjawab "Nama saya IMRON pak kyai.." kyai berkata lagi nama kamu bagus sekali, kalau begitu saya ingin tahu kemampuan kamu" mulai agak gugup si santri, kyai melanjutkan pembicaraannya "sesuai dengan namamu, saya minta kamu membaca surat ALI IMRON tanpa melihat mushaf", si santri begitu terkejut, jangankan surat ALI IMRON, juz 30 saja juga belum banyak yang hafal, akhirnya si santri mundur.
Diundang lagi santri yang kedua untuk menghadap, setelah memberi salam, kyai pun melanjutkan memberi pertanyaan yang sama kapada santri kedua ini "Namamu siapa nak..?" kemudian santri yang kedua ini menjawab "nama saya IBROHIM, kyai.." kyai berkata lagi nama kamu bagus sekali ada dalam Al-Qur'an, sesuai dengan nama kamu, saya minta kamu membaca surat IBROHIM tanpa melihat mushaf" Si santri kedua pun terkejut, tidak menyangka kalau ia akan diminta membaca surat IBRAHIM, karena memang teman yang pertama tidak memberitahu kepadanya. Si santri akhirnya tidak sanggup karena hafalannya baru 3 Juz belum sampai surat IBROHIM, tetapi sudah kelewat PEDE mau ikut bursa calon menantu kyai, walhasil gagal ....
Tibalah santri berikutnya , yakni santri yang ketiga, tetapi sebelum menghadap kyai, si santri mencari informasi dari kedua temannya yang sudah menghadap, ia terkejut setelah mendengar informasi harus menghapal sebuah surat sesuai dengan namanya. Ia sempat ragu, apakah ia tetap maju ataukah memilih mundur. Ia termangu sejenak akhirnya sambil tersenyum si santri kemudian memberanikan diri menghadap kyai. Seperti biasa setelah salam, kyai pun menanyakan nama kepada santri ketiga ini "Namamu siapa nak..?" kemudian santri ketiga ini tanpa ragu menjawab "nama saya YASIN pak kyai, tetapi kalau dikampung saya sering dipanggil QULHUWALLAHU AHAD pak kyai .." sang kyai kaget bercampur tawa karena mendengar jawaban si santri. Dengan kecerdikannya itu akhirnya santri diminta cukup membaca surat Al-Ikhlas tiga kali dan dianggap sudah mewakili seluruh surat dalam Al-Qur'an.



No comments:
Post a Comment