Pages - Menu

Thursday, 14 April 2016

Tangan Ajaib Seorang Guru


Tahun 1983 hanafi harusnya jadi anak putus sekolah. Ayah ibunya sudah tak mampu membiayainya untuk Lanjut SMP. 


Diapun bisa di bilang hampir menyerah dengan keadaan. walapun saat itu dia dipercaya menjadi ketua kelas. Hanafi bukan anak yang biasa biasa saja dalam hal pelajaran, dan hanafi hanya berharap dia bisa lanjut sekolah. 

kegundahan hanafi di tangkap oleh seorang guru bahasa Inggris dan guru tersebut, mengajak bicara empat mata kepadanya, hanafi mengungkapkan semua cerita dan gundahnya kepada sang guru.

Sang guru menjawab singkat "Urusanmu menjadi urusanku, Kamu belajar yang baik tak usah cerita kesiapa siapa".
Seperti mendapat Es Sirop disiang hari, jawaban sang guru menyegarkan hanafi,
semangat dia bersekolah kembali.
Sejak saat itu hanafi dalam pengawasan sang guru dalam belajar.






2012.
Sebuah sedan cantik mampir di halaman rumah sang guru, keluar lelaki perlente. dengan banyak hadiah didalamnya.    " aku ingin ketemu guruku "..
Sang guru pangling. ternyata muridnya, hanafi sudah menjadi pengusaha sukses di tangsel.


"Aku belajar dari Ibu, aku tak akan pernah lupa jasa dan ilmu ibu"  apapun yang ibu minta akan saya kabulkan. Karena berkat bimbingan ibu saya kini berhasil kini hanafi, memiliki 100 anak yatim dan dhuafa yang dia biayai sekolahnya.


Dan sayapun mewek di sofa tepat disamping beliau sambil terkaget sahabat saya bangkit dari duduknya langsung mencium tangan beliau.
belum lagi terucap, sang guru mendidik 60 anak anak pemulung dari 4 lapak yang berbeda..
Ya Rabb, terima kasih dipertemukan dengan guru kehidupan yang tersembunyi di bumi.




Saya akan colek sahabat2 "Sedekah Oksigen. "Yayasan Sahabat Peduli.  GM Fanny Herdina. Rasanya kalian harus berkunjung ke guru ini.
 

Salam

No comments: